Home / Penddidikan Kewarganegaraan / Tokoh HAM Dunia dan Teori Perjuangannya
Tokoh HAM Dunia dan Teori Perjuangannya

Tokoh HAM Dunia dan Teori Perjuangannya

Tokoh atau pelopor HAM adalah seseorang yang memperjuangkan Hak asasi manusia yang wajib ada pada setiap manusia, seperti hak hidup, hak kebebasan beragama, dan hak untuk berkembang.

Para tokoh memperjuangkan HAM karena dimasa ia hidup, martabat manusia yang sifatnya memiliki kekurangan akan selalu tertindas dan dijadikan perbudakan atau dibedakan derajatnya, padahal yang kita tahu bahwa setiap manusia itu sama derajatnya didunia baik itu yang berkulit hitam atau berkulit putih, orang miskin atau orang kaya, orang melayu atau orang jawa, orang afrika atau orang asia.

Penindasan ini biasanya terjadi karena tindakan pemimpin yang jahat atau pemerintah setempat yang kurang menyoroti dalam masalah hak asasi manusia. Serta kurangnya pendidikan bisa menjadi sebab hilangnya kepedulian terhadap hak sesama manusia.

Di tulisan ini saya menjabarkan tokoh-tokoh atau bisa kita sebut pelopor HAM, dimana mereka memperjuangkan hak manusia pada saat mereka hidup dihadapan manusia yang dianggap tinggi derajatnya baik itu pemerintah setempat atau pemimpin maupun raja yang berkuasa diwilayah tersebut.

Berikut ini Tokoh Dunia yang Memperjuangkan HAM dan Membuat Perubahan di masa hidupnya Beserta Teori Perjuangannya

Orang-orang itu diantaranya:

Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam

Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam adalah seorang utusan Allah Subhanahuwata’ala yang menyampaikan wahyu (Islam) kepada semua umat manusia. Ketika Islam telah meyebar diwilayah arab, Beliau menghapus perbudakan, sistem pemisahan ras dan kebodohan pada masyarakat mekkah dan madinah, termasuk seluruh umat manusia. Rasulullah tidak membeda-bedakan antara orang arab dan non arab dan orang berkulit hitam ataupun berkulit merah (putih), semuanya sama, yang membedakan hanyalah ketakwaannya kepada Allah.

Beliau saat Haji wada berkhutbah “Ingatlah bahwa Rabb kalian itu satu, dan bapak kalian juga satu. Dan ingatlah, tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang ajam (non-Arab), tidak pula orang ajam atas orang Arab, tidak pula orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, dan tidak pula orang berkulit hitam di atas orang berkulit merah; kecuali atas dasar ketakwaan.”

Socrates (470-399 SM) dan Plato (428-348 SM)

Socrates dan Plato adalah filosof yunani menganjurkan masyarakat yunani untuk melakukan sosial kontrol kepada penguasa yang zalim dan tidak mengakui nilai nilai keadilan dan kebenaran.

Jhon Locke (1632-1704 M)

Jhon Locke seorang filosof inggris merumuskan hak hak alamiah seperti hak atas hidup, kebebasan pribadi dan kepemilikan (life, liberty, and property)

Aristoteles (348-322 SM)

Aristoteles juga seorang filosof yunani yang Mengajarkan pemerintah yunani harus mendasarkan kekuasaannya pada kemauan dan kehendak warga negaranya

Abraham Lincoln (1809-1865 M)

Abraham Lincoln adalah presiden Amerika serikat ke-16 Memimpin bangsanya keluar dari Perang Saudara Amerika, mempertahankan persatuan bangsa, dan menghapuskan perbudakan antara orang yang berkulit hitam dan berkulit putih.

Woodrow wilson (1856-1924 M)

Woodrow wilson sebagai presiden amerika serikat ke-28 berusaha Menciptakan mekanisme dan memastikan perdamaian dan stabilitas dalam dunia internasional. ia membuat 14 pasal sebagai penekanan terhadap kemerdekaan berpolitik, dan perdamaian tanpa kemenangan. ia juga memberikan kebebasan kepada masyarakat eropa timur untuk menentukan nasibnya sendiri khususnya dalam pemerintahan.

Marquis de Lafayette (1757-1834 M)

Marquis de Lafayette adalah pelopor penegakan hak asasi manusia di prancis; dengan bantuan temannya Thomas Jefferson, ia menyusun Déclaration des droits de l ‘homme et du citoyen yang berarti deklarasi Hak asasi manusia dan warga negara. Deklarasi ini menekankan hak atas kebebasan, kesamaan, dan persaudaraan atau kesetiakawanan (liberte, egalite, fraternite)

Jimmy Carter (1924 M)

Jimmy Carter adalah presiden Amerika ke-39; berkampanye dalam kepresidenan pada tahun 1976 untuk melakukan perubahan dalam kebijakan amerika serikat dengan menanamkan moralitas baru yang didasarkan pada hak asasi manusia. Hal ini ditegaskan dalam pidatonya pada tahun 1977. Ia ingin merancang dan menerapkan strategi dengan menjadikan hak asasi manusia sebagai landasan kebijakannya.

Franklin Delano Roosevelt (1882-1945 M)

Franklin Delano Roosevelt adalah presiden Amerika serikat ke-32; ia memberikan amanat dalam pidatonya tentang empat kebebasan yang diucapkan didepan kongres Amerika serikat tanggal 6 Januari 1941. Kebebasan tersebut adalah suatu perlawanan dari penindasan dan kekejaman melawan fasisme dibawah totalitarisme hitler jerman, jepang dan italia serta hak kebebasan bagi umat manusia untuk mencapai perdamaian dan kemerdekaan.

Nelson Mandela (1918-2013 M)

Nelson mandela sebagai presiden pertama Afrika selatan yang berkulit hitam, dalam kebijakan pemerintahannya, ia berusaha menghapus pengaruh apartheid yaitu sistem pemisahan ras oleh pemerintah kulit putih di afrika selatan, dengan memberantas rasisme, kemiskinan dan kesenjangan, serta ia memulihkan hubungan antar ras.

Martin Luther King Jr. (1929-1968 M)

Martin Luther King Jr. seorang pendeta dan aktivis Amerika serikat, ia juga sebagai presiden pertama Southern Christian Leadership Conference (SCLC), suatu organisasi hak asasi manusia Afrika-Amerika. Dalam hidupnya Ia melawan kesenjangan ras yaitu dengan menentang diskriminasi terhadap orang yang berkulit hitam melalui perlawanan damai. Selain itu ia menentang terhadap pemisahan golongan ras dalam perumahan dan perang vietnam, serta memberantas kemiskinan.

Thomas Jefferson (1743-1826)

Thomas Jefferson sebagai Presiden Amerika serikat yang ke-3, Sebelum menjadi presiden dan masih menjadi gubernur virginia, ia menulis statuta tentang kebebasan dalam beragama bahwa seseorang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya masing-masing. Setelah menjadi presiden dalam kongresnya yang ke-13, ia mendeklarasikan kemerdekaan bagi sebagian daerah di Amerika yang dijajah oleh inggris.

Dalam sebagian pasal deklarasi tersebut dikatakan bahwa segenap manusia diciptakan sama, dan bahwa manusia diberkati oleh penciptanya dengan beberapa hak asasi yang tak boleh diganggu gugat, di antaranya adalah Hak untuk Hidup, Hak untuk Bebas, dan Hak untuk mengejar kebahagiaan.

Penutup

Masih banyak tokoh yang tidak saya sebutkan dan mungkin tidak pernah tertulis dimedia.

Namun jasa mereka akan terkenang pada hasil tindakan mereka di masa sekarang.

Setiap yang kita lakukan sekecil apapun itu, maka akan berimbas kedalam kehidupan selanjutnya, seperti para tokoh diatas, mereka melakukan perjuangan dimasanya sehingga hak asasi manusia bisa ditegakan seperti sekarang.

Namun setiap episode dalam kehidupan ini selalu ada musuh yang merusak tatanan hak asasi manusia yang sudah diperjuangkan. Dalam hal ini kita mesti menjadi bagian dalam mempertahankan dan memelihara hak asasi manusia yang telah diperjuangkan oleh tokoh-tokoh atau pelopor HAM sebelumnya.

About Abu Abdillah

Semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat :)

Lihat Juga

Pasal tentang HAM

Pasal-Pasal yang Berhubungan dengan HAM

HAM (Hak Asasi Manusia) adalah seperangkat hak dasar yang diberikan oleh tuhan yang maha esa …

Tinggalkan Balasan