Home / Bahasa Indonesia / Pengertian Teks Anekdot, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Ciri, Tujuan & Contoh Teks Anekdot
Pengertian Teks Anekdot

Pengertian Teks Anekdot, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Ciri, Tujuan & Contoh Teks Anekdot

Diperbarui Tanggal 28 September 2019 Jam 02:19 pm

Anekdot termasuk jenis teks cerita pendek yang sedikit dibumbui dengan humor. Anekdot fungsinya bukan sekedar cerita lucu-lucuan atau lawakan, tapi ada poin penting yang ingin ditekankan oleh pencerita.

Maka dari itu teks anekdot biasanya agak menggelitik karena humor dicampur dengan sindiran atau kritikan yang mampu membuat orang yang mendengar atau membacanya fokus terhadap masalah yang ingin disampaikan dan bukan lagi fokus pada cerita lucunya.

Tahukah kamu tentang perumpamaan?

Anekdot biasanya berupa perumpamaan dari isu sosial yang dibuat menjadi sebuah cerita berbeda namun maknanya sama.

Teks anekdot bisa kamu pelajari disekolah tepatnya mulai di kelas 10 SMA materi bahasa Indonesia.

loading...

Sudahkah ada gambaran apa itu teks anekdot? masih belum paham? oke saya akan bahas lebih jauh tentang teks anekdot.

Bacanya harus sampai beres ya, jangan di lewat-lewat biar nggak nyasar.

Pengertian Teks Anekdot

Teks anekdot adalah karangan cerita singkat berdasarkan kejadian atau pengalaman sebenarnya dari kehidupan sosial yang bertujuan untuk menyampaikan kepedulian dan penyadaran berupa kritikan maupun sindiran dengan disertai humor atau kesan lucu tanpa menyinggung perasaan pembaca maupun pendengar.

Contohnya tikus-tikus kantor, lirik yang di lantunkan oleh iwan fals tersebut berupa sindiran kepada pejabat koruptor yang memakan uang rakyat dan juga kritikan kepada oknum pejabat pemerintah yang di amanahi menjaga uang rakyat yang mudah disogok dengan uang untuk melancarkan aksinya.

Anekdot bisa disampaikan dalam bentuk lisan dan tulisan. Topiknya tergantung objek yang dikritisi yaitu bisa dalam ranah pendidikan, pemerintah, hukum, dan sesuatu yang penting dan harus di perhatikan; karena fungsi teks anekdot sendiri untuk menyadarkan pembaca maupun pendengar agar peduli terhadap objek yang dikritisi.

Biasanya orang menggunakan anekdot untuk menyampaikan poin masalah yang biasa terjadi dimasyarakat.

Tujuan Teks Anekdot

Bertujuan untuk menyadarkan pendengar maupun pembaca agar peduli terhadap objek yang dikritisi tanpa meyinggung perasaan, sekaligus menghibur dengan humor yang terdapat dalam teks.

Ciri – Ciri Teks Anekdot

Untuk mengenali teks yang kita baca anekdot atau bukan, kita harus mengetahui ciri-cirinya terlebih dahulu, yaitu:

  1. Cerita berbentuk kiasan yang menyerupai kejadian yang sebenarnya
  2. Bersifat humor atau terkesan lucu yang mampu menggelitik orang yang membaca atau mendengarnya
  3. Mengandung sindirian dan kritikan
  4. Membicarakan tokoh penting atau objek yang sering ditemui pada kehidupan sehari-hari

Struktur Teks Anekdot

Menurut Kemendikbud (2013: 194), anekdot dibentuk dengan 5 struktur, diantaranya:

  1. Abstraksi, bagian yang membahas gambaran umum sebuah cerita.
  2. Orientasi, bagian yang menunjukan asal mula kejadian atau latar belakang suatu peristiwa bisa terjadi.
  3. Krisis, bagian yang menunjukan masalah utama tentang kejadian unik atau suatu yang tidak biasa yang menimpa penulis atau orang yang diceritakan.
  4. Reaksi, bagian yang menunjukan bagaimana penulis atau orang yang diceritakan menyelesaikan masalah yang terjadi pada bagian krisis.
  5. Koda, bagian yang menunjukan akhir cerita atau kesimpulan dari sebuah cerita.

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Anekdot memiliki kaidah atau aturan sebagai batas pembeda dengan jenis teks lainnya, antara lain:

  1. Menggunakan kalimat tanya retorik, yaitu sebuah pertanyaan yang tidak butuh jawaban karena sudah diketahui jawabannya.
  2. Menggunakan lelucon
  3. Menggunakan kata kerja dan kalimat perintah
  4. Menggunakan konjungsi atau kata penghubung untuk menghubungkan urutan kejadian
  5. Bersifat kronologis, yaitu waktu cerita yang berurutan
  6. Penggunaan kalimat bentuk lampau
  7. Mengandung kebenaran

Baca juga: Pengertian Cerpen, Unsur, Struktur, Ciri, Fungsi Cerpen Cerita Pendek

Contoh Teks Anekdot dan Strukturnya

Kursi yang Membuat Lupa

Abstraksi:

Di suatu siang, ada dua bocah yang tengah bercanda di bawah pohon rindang.

Orientasi:

Bagus: “Anton, kita main tebak-tebakan, yuk! Kursi apa yang membuat orang lupa ingatan?”

Anton: “Kursi goyang! Orang yang duduk di atas kursi goyang akan mengantuk dan tertidur. Saat tidur, orang kan lupa.”

Krisis:

Bagus: (Tertawa) “Meski lucu, tapi jawabanmu salah.”

Anton: “Hmm… kursi apa, ya?”

Reaksi:

Bagus: “Jawabannya adalah kursi DPR!”

Anton: “Lho, kok begitu?”

Bagus: “Jelas, lah! Coba kamu ingat, sebelum duduk di kursi DPR, banyak caleg yang berjanji macam-macam agar masyarakat memilih mereka. Tapi setelah merasakan kursi DPR, sekejap saja mereka hilang ingatan akan janji-janjinya.”

Koda:

Anton: “Oh, iya, betul juga.”

 

Kantin Sekolah

Abstraksi:

Pada suatu pagi yang cerah di sebuah sekolah atau tepatnya dalam kelas, terlihat seorang ibu guru sedang mengabsen muridnya sebelum memulai pelajaran.

Orientasi:

Guru     : “Niken?”

Niken    : “Hadir Bu!”

Guru     : “Ahmad?”

Adit      : “Tidak tahu Bu, sepertinya Ahmad masih berada di luar kelas Bu.”

(Selang beberapa saat masuklah Ahmad ke dalam kelas)

Krisis:

Ahmad  : “Permisi Bu, apakah saya diperbolehkan untuk masuk kelas?”

Guru     : “Kamu habis dari mana saja Ahmad?”

Ahmad  : “Maaf Bu barusan saya membeli makan di luar sekolah Bu.”

Guru     : “Beli makan? Lho mengapa kamu harus keluar sekolah? Sekolah kita kan ada kantin.”

Reaksi:

Ahmad : “Itu gudang Bu, bukan kantin soalnya kotor dan sempit.”

(Mendengar ucapan Ahmad semua murid yang ada di kelas pun tertawa)

Guru     : “kamu itu sudah untung sekolah kita punya kantin. Tapi, betul juga sih itu kantin sekolah memang sempit dan kotor. Sekolah kita nampaknya kurang memperhatikan kebersihan kantin.

Koda:

Mendengar permasalahan tersebut, suasana kelas kembali normal seperti kegiatan belajar mengajar biasanya. Lantas, ibu guru segera membuat jadwal siswa untuk piket kantin. Ia juga mengusulkan kepada kepala sekolah untuk memperbaiki kantin tersebut.

Penutup

Setiap cerita lucu bukan berarti anekdot karena ada kaidah kebahasaan dan struktur yang membedakan anekdot dengan teks yang lain.

Tidak semua kaidah harus ada dalam satu cerita, tapi di dalam teks anekdot pasti ada sebagian atau bahkan semua kaidah bisa terdapat pada satu cerita, tergantung bagaimana isi ceritanya.

Semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat. Jika kurang mengerti bisa ditanyakan melalui kotak komentar. Jangan lupa bagikan tulisan ini ke sosial media. Setiap satu kali bagikan, kamu sudah berpartisipasi dalam mencerdaskan bangsa Indonesia.

About Abu Abdillah

Semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat :)

Tinggalkan Balasan