Home / Bahasa Indonesia / Pengertian Rancangan Penelitian, Tujuan, Manfaat & Komponen Penting Rancangan Penelitian

Pengertian Rancangan Penelitian, Tujuan, Manfaat & Komponen Penting Rancangan Penelitian

Diperbarui Tanggal 16 Maret 2018 Jam 04:00 pm

Seperti yang kita ketahui bahwa untuk meneliti sebuah subjek atau objek, tentu kita membutuhkan strategi penelitian agar studi penelitian kita bisa sesuai target dan terukur. Lalu bagaimana caranya? kita membutuhkan rencana penelitian, sebelum kita mempublikasikan penelitian yang sedang kita lakukan, kita terlebih dahulu harus membuat sebuah rancangan penelitian terlebih dahulu.

Pengertian Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian adalah pokok perencanaan yang bertujuan untuk membuat target yang hendak dicapai dalam penelitian secara keseluruhan berjalan dengan baik sesuai apa yang direncanakan atau dikehendaki sehingga proses dan tujuan dari penelitian tersebut dalam memecahkan masalah bisa berjalan dengan baik pula serta jelas dan terstruktur.

Para Peneliti sebelum mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitiannya, biasanya ia akan membuat rancangannya terlebih dahulu.

Rancangan penelitian berisi susunan data penelitian yang dihasilkan dan dikumpulkan melalui instrument pengumpulan data, observasi maupun data dokumentasi.

Data penelitian tersebut dihasilkan dari rumusan masalah yang sedang diteliti, lalu dikumpulkan dan dikaji. Setelah itu jika rancangan penelitian sudah sesuai dan dapat dipertanggungjawabkan, maka rancangan penelitian tersebut dibuat menjadi karya ilmiah dan dipublikasikan atau disebarluaskan agar bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Tujuan Rancangan Penelitian

Tujuan rancangan penelitian tergantung dari jenis penelitian dan masalah yang akan diteliti. Diantara tujuannya yaitu :

  1. Mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang diteliti
  2. Menyusun kerangka pemikiran
  3. Mengolah dan menganalisis data yang sudah dikumpulkan
  4. Merumuskan pokok permasalahan
  5. Merumuskan hipotesis
  6. Menguji hipotesis
  7. Menarik kesimpulan dari masalah yang diteliti

Manfaat Rancangan Penelitian

  1. Sebagai perencanaan penelitian
  2. Sebagai struktur penyusunan data penelitian
  3. Sebagai strategi penyusunan data penelitian
  4. Sebagai pegangan untuk penelitian
  5. Sebagai batas permasalahan penelitian agar tidak keluar jalur dari tujuannya

Komponen Rancangan Penelitian

Berikut ini komponen paling penting untuk membuat rancangan penelitian.

  1. Tujuan penelitian
  2. Jenis metode penelitian yang akan digunakan
  3. Unit/Populasi penelitian
  4. Rentang waktu dan tempat penelitian dilakukan
  5. Teknik pengambilan sampel
  6. Teknik pengumpulan data
  7. Definisi operasional variabel penelitian
  8. Pengukuran
  9. Analisis data
  10. Instrumen pencarian data

Dari sepuluh komponen diatas, bisa kita jelaskan satu persatu dibawah ini.

1. Tujuan Penelitian

Kita tahu bahwa kalau penelitian tidak ada tujuan, ibarat jalan tapi tidak tahu harus kemana. Tujuan penelitian tergantung pada permasalahan apa yang akan diteliti, hasil dari penelitian maka itu lah tujuannya. Tentunya tujuan rancangan penelitian itu harus memiliki tujuan yang jelas dan target yang hendak dicapai harus berjalan dengan baik agar tujuan dari penelitian bisa berjalan dengan baik pula.

2. Jenis Metode Penelitian yang akan digunakan

Ada 4 metode penelitian yang dapat digunakan, diantaranya,

  • Metode Eksperiment, yaitu metode uji coba, apakah masalah yang akan diuji efektif atau tidak. metode eksperiment hanya digunakan untuk bidang eksak atau yang sudah pasti. misal, eksperiment tentang gejala alam.
  • Metode Verifikasi, yaitu metode pengujian tujuan yang sudah ditetapkan apakah sudah sesuai atau tidak dengan teori yang sudah ada guna membuat teori baru dan menciptakan pengetahuan baru.
  • Metode Deskriptif, yaitu metode yang mendeskriptifkan secara sistematis, akurat dan sesuai fakta dilapangan mengenai fakta-fakta dan sifat populasi daerah tertentu. misal, penelitian tentang daya serap siswa sd smp dalam pelajaran x. Study tentang pendidikan keterampilan di daerah x.
  • Metode Historis, yaitu metode penelitian yang meneliti kejadian dimasa lampau yaitu dengan mengumpulkan, mengevaluasi dan memverifikasi bukti-bukti dan fakta tersebut secara sistematis. misal, studi tentang praktek bawon di pulau jawa.

3. Unit/Populasi penelitian

Populasi penelitian adalah subjek atau objek yang terdiri dari kelompok yang memiliki ciri-ciri, karakteristik dan kualitas tertentu yang telah dipilih oleh peneliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulannya.

Misal, seluruh mahasiswa yang menetap di pondok pesantren X adalah seluruh mahasiswa yang tergabung dari Universitas x dan universitas xx.

4. Rentang waktu penelitian

Cross-sectional studies adalah studi pencarian data yang cukup hanya dengan membutuhkan satu titik waktu dimana data tersebut dikumpulkan hanya sekali, mungkin dalam beberapa periode beberapa hari, minggu, atau bulan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Studi semacam ini dinamakan One shot or cross-sectional studies

Longitudinal studies adalah studi pencarian data yang membutuhkan lebih dari satu titik waktu, artinya peneliti membutuhkan dua titik waktu yang berbeda untuk mendapatkan hasil perubahan yang berbeda dari satu waktu dengan waktu lainnya sehingga studi ini membutuhkan waktu lebih lama untuk menjawab pertanyaan penelitian. misalnya peneliti ingin mempelajari perubahan kariyawan sebelum dan sesudah perubahan manajemen puncak, untuk mengetahui hal ini tentu harus membutuhkan banyak periode waktu sehingga bisa terlihat efek yang diteliti, mungkin dalam 6 bulan, 8 bulan atau 12 bulan. maka studi semacam ini disebut dengan Longitudinal studies.

5. Teknik pengambilan sampel

Sampel adalah sesuatu data yang sedikit namun ciri kesamaan dan karakteristiknya hampir mewakili seluruh populasi.

Teknik ini mengambil suatu sampel pada sebagian populasi semisal 10 -15 % saja dari 100% lalu akan dianalisis dan diambil kesimpulannya. Yang 10-15% itulah yang mewakili dari keseluruhannya.

Ada dua teknik pengambilan sampel diantaranya :

a. Probability Sampling (Probabilitas), yaitu teknik sampling dimana setiap anggota populasi memiliki peluang sama dipilih untuk dijadikan sampel. artinya setiap anggota populasi yang mewakili karakteristik anggotanya masing-masing pasti akan terpilih untuk dijadikan sampel untuk diteliti.

ada 6 metode dalam teknik probability sampling diantaranya, Sampel Random Sederhana (Simple Random Sampling), Sampel Random Sistematik (Systematic Random Sampling), Sampel Random Berstrata (Stratified Random Sampling), Sampel Random Berkelompok (Cluster Sampling), Sampel Bertingkat (Multi Stage Sampling), Probabilitas Proporsional Ukuran Sampling (Probability Proportional to Size Sampling)

b. Non-probability sampling (Non-probabilitas), yaitu teknik sampling dimana setiap anggota populasi tidak memiliki peluang atau kesempatan untuk dipilih menjadi sampel. ini adalah kebalikan dari probablity sampling. artinya hanya karakteristik tertentu yang diambil untuk dijadikan sampel.

ada 5 metode dalam teknik Non-probability sampling diantaranya, Sampling Kuota (Quota Sampling), Sampling Kebetulan (Accidental Sampling), Sampling Purposive (Purposive or Judgemental Sampling), Sampling Sukarela (Voluntary Sampling), Sampling Snowball (Snowball Sampling).

6. Teknik Pengumpulan data

Pengumpulan data adalah cara sesuai prosedur, sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan untuk diambil. diantara metode dalam pengumpulan data yaitu,

  1. Skala atau kuisioner adalah sejumlah pertanyaan untuk mengambil informasi yang diberikan kepada setiap populasi atau perespon yang berisi pertanyaan tentang pribadinya yang ia ketahui.
  2. Wawancara adalah percakapan dua orang pihak antara pewawancara yang memberikan pertanyaan, sedangkan terwawancara yang memberikan jawaban setiap pertanyaan.
  3. Observasi adalah metode penelitian yang melibatkan peneliti untuk terjun langsung ke lapangan untuk mengamati dan mendapatkan data tentang permasalahan yang telah didapatkan sebelumnya sehingga dapat dijadikan pembuktian.
  4. Dokumentasi adalah alat berupa foto yang diambil selama melakukan observasi.

7. Definisi operasional variabel penelitian

Definisi operasional adalah suatu variabel yang didefinisikan atau dideskripsikan berdasarkan karakteristiknya sehingga variabel tersebut dapat diamati dan terukur. Variabel adalah suatu subjek atau objek yang dipilih oleh peneliti untuk diambil informasinya.

8. Pengukuran variabel penelitian

Ada 4 macam skala sebagai pengukuran variabel penelitian, diantaranya skala nominal, skala ordinal, skala interval, skala ratio.

  1. Skala Nominal yaitu skala yang pengukurannya berdasarkan kategori
  2. Skala ordinal yaitu skala yang pengukurannya berdasarkan jenjang atau tingkatan
  3. Skala interval yaitu skala yang jarak variasi nilai dengan nilai lainnya berdekatan dan jelas atau dapat terukur, namun skala ini nilainya tidak dapat dibandingkan secara matematik karena di skala ini nilai 0 tidak sama dengan kosong, artinya nilai nol masih berarti. misal suhu 0 derajat bukan berarti tidak ada suhu.
  4. Skala ratio yaitu skala yang variasi nilainya terukur jelas dan mutlak, artinya angka nol sama dengan kosong. misal denyut nadi nilainya 0 berarti denyutnya tidak ada.

9. Analisis data

Analisis data adalah langkah untuk menjawab rumusan masalah pada data penelitian yang sudah terkumpul seperti  memberikan deskripsi terhadap objek atau subjek, mengelompokan, mendeskripsikan data dari skala pengukuran ke prosentase, dan mengujinya. Tujuan dari analisis data adalah untuk memperoleh dari hasil penelitian.

10. Instrumen Pencarian Data

Instrumen adalah alat untuk menggali aspek informasi pada variabel yang sedang diteliti. alat-alat yang digunakan seperti kuisioner, wawancara, observasi dan data dokumentasi.

 

Referensi :

http://corneey.com/wEixSO

http://corneey.com/wEixV1

About Abu Abdillah

Semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat :)

Lihat Juga

Pengertian Esai, Ciri, Jenis, Struktur, Langkah Pembuatan & Contoh Esai

Esai seringkali kita temukan dalam sebuah majalah pendidikan, dalam artikel atau pun kabar berita, dan …

Tinggalkan Balasan