Home / Bahasa Indonesia / Pengertian Paragraf, Ciri, Jenis, Unsur, Struktur, Fungsi & Syarat Paragraf yang Baik

Pengertian Paragraf, Ciri, Jenis, Unsur, Struktur, Fungsi & Syarat Paragraf yang Baik

Paragraf biasanya terdapat pada karangan atau informasi pengetahuan maupun berita. Dengan memahami paragraf kita dapat mengetahui dan memahami setiap ide pokok atau jalan pikiran yang dikembangkan oleh pengarang agar si pembaca dapat memahaminya. Informasinya bisa bersifat menceritakan kejadian, memberikan fakta dan data agar pembaca merasa yakin, menggambarkan suatu objek, memberikan pendapat dan serta mempengaruhi pembaca dengan gagasan pengarang.

Pada tulisan ini saya memberikan pengetahuan tentang paragraf sehingga saya harap setelah kamu membaca tulisan ini, kamu bisa mengerti dan memiliki wawasan tentang pengertian dan makna paragraf, ciri-ciri paragraf, jenis paragraf yang dibagi dengan beberapa jenis, unsur paragraf yang melengkapi paragraf itu sendiri, fungsi paragraf dan cara pembentukannya dengan memahami struktur paragraf serta syarat pembuatan paragraf yang baik.

Pengertian Paragraf

Paragraf adalah suatu rangkaian kalimat yang tersusun secara sistematis dan saling berkaitan dengan kalimat lainnya untuk membentuk sebuah gagasan atau permasalahan, dimana gagasan atau permasalahan tersebut mengandung pesan, makna, pikiran atau ide pokok dari keseluruhan karangan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembacanya.

Paragraf biasanya dimulai dengan garis baru. Didalam paragraf terdapat banyak kalimat diantaranya kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat topik, kalimat-kalimat penjelas dan kalimat penutup, dimana kalimat-kalimat ini berkaitan untuk membentuk sebuah gagasan. Banyaknya paragraf tergantung banyaknya gagasan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.

Fungsi Paragraf

  1. Sebagai bagian kecil dari isi sebuah gagasan yang mengandung ide pokok atau jalan pikiran dari keseluruhan karangan
  2. Memberikan kemudahan kepada pembaca dalam memahami ide pokok atau jalan pikiran pengarang
  3. Sebagai cara pengarang untuk mengembangkan ide pokok atau jalan pikiran secara sistematis
  4. Sebagai arahan untuk pembaca agar mengikuti alur pikiran pengarang
  5. Sebagai cara untuk menyampaikan atau mengekspresikan ide atau pikiran pokok pengarang kepada pembaca
  6. Sebagai tanda dimulai dan peralihan gagasan baru
  7. Dalam hal keseluruhan karangan, paragraf sebagai pengantar, transisi, isi dan penutup

Ciri-Ciri Paragraf

  1. Setiap paragraf mengandung pesan, makna, alur pikiran atau ide pokok yang berkaitan dengan ide pokok lainnya dari keseluruhan karangan
  2. Pada umumnya sebuah paragraf dibangun oleh sejumlah kalimat
  3. Berisi satu kesatuan ekspresi pikiran
  4. Berisi satu kesatuan yang koheren atau berkaitan dan padat
  5. Berisi satu kesatuan yang utuh
  6. Memiliki kepaduan dalam bentuk dan makna
  7. Kalimatnya tersusun secara logis-sistematis

Unsur Paragraf

Sebelumnya telah kita katakan kalau paragraf itu tersusun secara logis-sistematis. Agar paragraf bisa tersusun secara logis-sistematis, paragraf harus terdiri dari beberapa unsur diantaranya transisi, kalimat topik, kalimat pengembang dan kalimat penegas.

1. Transisi

Transisi adalah penghubung antar paragraf yang berfungsi untuk menghubungkan jalan pikiran dari dua paragraf yang berdekatan. Transisi dibagi dua yakni transisi yang berupa kata dan transisi yang berupa kalimat.

Transisi Berupa Kata

Transisi ini berupa kata atau kelompok kata. Berdasarkan kelompok kata dibagi berdasarkan penandanya yaitu,

  • Penanda hubungan kelanjutan, yaitu : dan, serta, lagi, lagipula, tambahan
    lagi, bahkan, kedua, ketiga,selanjutnya, akhirnya, terakhir.
  • Hubungan waktu, yaitu : dahulu, sekarang, kini, kelak, sebelum, setelah,
    sesudah, sementara itu, sehari kemudian, tahun depan.
  • Penanda klimaks, yaitu : paling…, se….nya, ter…
  • Penanda perbandingan, yaitu : seperti, ibarat, sama, bak.
  • Penanda kontras, yaitu : tetapi, biarpun, walaupun, sebaliknya.
  • Penanda urutan jarak, yaitu : di sana, di sini, di situ, sebelah, dekat, jauh.
  • Penanda ilustrasi, yaitu : umpama, contoh, misalnya.
  • Penanda sebab-akibat, yaitu : sebab, oleh sebab itu, oleh karena,
    akibatnya.
  • Penanda syarat (pengandaian), yaitu : jika, kalau, jikalau, andaikata, seandainya.
  • Penanda kesimpulan, yaitu : ringkasnya, kesimpulannya, garis besarnya,
    rangkuman

Transisi Berupa Kalimat

Transisi ini berupa Kalimat yang juga dikenal dengan sebutan lead in sentence atau kalimat penuntun yang berfungsi sebagai kalimat transisi maupun sebagai kalimat pengantar untuk kalimat topik utama. Jika dalam satu paragraf terdapat kalimat penuntun dan kalimat topik, maka kalimat penuntun sebelum kalimat topik. Namun kalimat penuntun bukanlah yang berfungsi untuk menggantikan kalimat topik, tetapi hanya kalimat pengantar menuju kebagian kalimat topik.

Kalimat Topik / Kalimat Utama

Kalimat topik atau kalimat utama adalah kalimat yang berisi pokok pikiran atau inti pembicaraan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Disinilah tempatnya inti gagasan yang ingin disampaikan pengarang, karena pada kalimat ini terdapat inti pembicaraan dari keseluruhan bahasan.

Kalimat Pengembang

Kalimat pengembang adalah kalimat yang mengembangkan atau memaparkan secara luas tentang inti pembicaraan dari kalimat topik.

Jika kalimat topiknya bersifat kronologis, biasanya  akan berhubungan dengan benda atau kejadian dan waktu; dan urutan kalimat pengembangannya dimulai dari masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Jika kalimat topiknya berhubungan dengan jarak yang biasanya akan berhubungan dengan benda, peristiwa atau suatu hal, dan ukuran jarak; sedangkan urutan kalimat pengembangannya dimulai dari jarak yang paling dekat, lebih jauh, dan paling jauh.

Jika kalimat topiknya berhubungan dengan sebab akibat, maka urutan kalimat pengembangannya bisa dinyatakan sebabnya terlebih dahulu, lalu diikuti oleh akibat, bisa juga sebaliknya, akibatnya terlebih dahulu lalu diikuti dengan sebab.

Contoh :

Pada pagi hari suasana lingkungan rumah andi begitu indah, di sekitar rumah berjejer pohon-pohon yang menambah keteduhan. Sementara itu, kicau burung menambah semaraknya pagi itu. Di kejauhan terlihat gunung Tangkuban Perahu yang penuh misteri. Sungguh, pagi yang indah dan hangat (Tarigan, 2008: 15).

Kalimat Penegas / Kalimat Penjelas

Kalimat penegas atau kalimat penjelas adalah kalimat yang berfungsi untuk memberikan penegasan atau memperjelas kembali terhadap kalimat utama atau kalimat topik. Kalimat penegas tidak lah mutlak atau wajib untuk digunakan, misal jika inti pembicaraan sudah jelas pada kalimat utama maka tidak perlu untuk memperjelasnya kembali.

Contoh :

Gedung yang dibangun delapan belas tahun yang lalu itu kini keadaannya rusak berat. Tembok bagian depan mengelupas di beberapa tempat dan bagian belakang retak-retak. Gentingnya banyak yang pecah dan tentu saja bocor kalau hujan turun. Kayu penyangga genting banyak yang patah sehingga atap bangunan tampak bergelombang. Plafon sudah tidak utuh, lantai hancur, dan beberapa kaca jendela pecah. Bahkan sejumlah pintunya keropos dimakan rayap. Gedung itu memang sudah tidak layak (Wiyanto (2004: 28))

Struktur Paragraf

Dalam menentukan struktur paragraf dikenali dari berbagai kemungkinan kelengkapan unsur seperti transisi yang berupa kalimat atau kata, kalimat topik, kalimat pengembang, kalimat penegas dan susunan posisi kalimat tersebut dalam paragraf.

Kemungkinan pertama

Paragrafnya terdiri dari unsur lengkap, susunannya yaitu transisi yang berupa kalimat, lalu diikuti kalimat topik, kalimat pengembang dan kalimat penegas.

Kemungkinan kedua

Paragrafnya terdiri dari unsur lengkap, susunannya yaitu transisi yang berupa kata, lalu diikuti kalimat topik, kalimat pengembang dan kalimat penegas.

Kemungkinan ketiga

Paragranya hanya terdiri dari 3 (tiga) unsur saja, susunannya yaitu kalimat topik, lalu diikuti kalimat pengembang dan kalimat penegas.

Kemungkina Keempat

Paragrafnya hanya terdiri dari 3 (tiga) unsur saja, susunannya yaitu transisi yang berupa kata, diikuti dengan kalimat topik dan kalimat pengembang

Kemungkinan Kelima

Paragrafnya hanya terdiri dari 3 (tiga) unsur saja, susunannya yaitu transisi yang berupa kalimat, diikuti dengan kalimat topik dan kalimat pengembang

Kemungkinan Keenam

Paragrafnya hanya terdiri dari 2 (dua) unsur saja, susunannya yaitu kalimat topik, lalu diikuti kalimat pengembang

Kemungkinan Ketujuh

Paragrafnya hanya terdiri dari 2 (dua) unsur saja, susunannya yaitu kalimat pengembang, lalu diikuti kalimat topik

Kemungkinan Kedelapan

Paragrafnya hanya terdiri dari 2 (dua) unsur saja, susunannya yaitu kalimat pengembang, diikuti kalimat topik, tetapi kembali lagi kepada kalimat pengembang

Jenis – Jenis Paragraf

Berdasarkan fungsinya, paragraf dibagi 5 (lima) jenis diantaranya paragraf narasi, argumentasi, eksposisi, deskripsi, dan persuasi.

Paragraf Narasi / Naratif

Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa secara berurutan yang bertujuan agar si pembaca seolah-olah merasakan kejadian tersebut.

Ciri-ciri paragraf narasi

  • Berisi tokoh/pelaku, konflik/pertikaian
  • Berisi tempat kejadian, waktu dan suasana
  • Berisi Alur cerita secara berurutan
  • Berisi sudut pandang penulis

Paragraf narasi dibedakan menjadi dua, yaitu Narasi nonfiksi dan Narasi sugestif. Narasi nonfiksi adalah narasi atau cerita kejadiannya bener-benar terjadi. Sedangkan narasi sugestif adalah narasi atau cerita kejadiannya bersifat khayalan untuk membuat pembaca tertarik sehingga pembaca merasa seakan-akan mengalami kejadian tersebut.

Contoh paragraf narasi

Pergilah Ariel ke pasar menggunakan sepeda bututnya, sesampainya di pasar dibelilah kebutuhan-kebutuhan hidupnya bersama sang ayah yang sakit-sakitan. Setelah semua barang terbeli ia kembali mengayuh sepeda tuanya menuju rumahnya yang hanya berupa gubuk di pinggir sungai.

Paragraf Argumentasi / Argumentatif

Paragraf argumentasi adalah paragraf yang memberikan ide, gagasan atau pernyataan dari pengarang yang disertai bukti berupa data dan fakta untuk mendukung gagasannya yang bertujuan untuk meyakinkan atau mempengaruhi pembaca agar membenarkan gagasan atau pendapatnya tersebut.

Ciri-ciri paragraf argumentasi

  • Penjelasannya meyakinkan pembaca
  • Memerlukan bukti berupa data dan fakta
  • Bersifat ilmiah dan benar-benar terjadi
  • Sumbernya dari pengamatan, pengalaman dan penelitian
  • Memiliki penutup yang berisi kesimpulan

Contoh paragraf argumentasi

Musim kemarau pada tahun ini adalah kemarau terparah dalam kurun 10 tahun terakhir. Hujan tidak turun selama 6 bulan mengakibatkan tanah dan sumber air menjadi kering. Menurut BMKG, tahun ini hujan diprediksi akan turun pada bulan depan.

Jika hal itu terjadi, maka bisa dipastikan bahwa kemarau tahun ini bukanlah kemarau yang biasa, dikarenakan terjadi selama 7 bulan. Sedangkan menurut data yang disampaikan oleh BMKG tahun lalu, kemarau hanya terjadi selama 5 bulan.

Dengan demikian, petani banyak yang merugi karena gagal panen karena tidak ada air yang mengairi sawah mereka.

Paragraf Eksposisi / Ekspositif

Paragraf eksposisi adalah paragraf yang menerangkan atau memaparkan informasi atau berita dari suatu hal atau objek dengan jelas yang bertujuan agar pembaca mengetahui dan memahami tentang hal atau objek tersebut.

Ciri-ciri paragraf eksposisi

  • Bersifat ilmiah dan nonfiksi
  • Memiliki bukti berupa data dan fakta
  • Bersifat memberikan informasi
  • Tidak mempengaruhi pembaca

Contoh Paragraf Eksposisi

Kemoterapi adalah sebuah metode terapi yang bertujuan untuk membunuh dan menghambat perkembangan kangker, yakni dengan memasukkan zat kimia tertentu terhadap tubuh manusia yang menderita kangker. Fungsi utama kemoterapi adalah sebagai pembasmi sel-sel kangker sampai pada bagian akar-akarnya yang tidak dapat dijangkau oleh pisau bedah.
Selain itu, kemoterapi juga memiliki tujuan untuk mengontrol sel-sel kangker supaya tidak berkembang biak secara liar.

Paragraf Deskripsi / Deskriptif

Paragraf deskripsi adalah paragraf yang memberikan atau menjelaskan gambaran secara rinci terhadap suatu objek agar pembaca mampu menggambarkan dan merasakan objek tersebut.

Ciri-ciri paragraf deskripsi

  • Menggambarkan suatu objek secara rinci dan jelas
  • Melibatkan panca indra seperti indra pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan
  • Melibatkan ciri-ciri fisik objek seperti ukuran, warna, rasa, bentuk dan lainnya.
  • Bertujuan agar pembaca seolah-olah dapat merasakan, melihat dan menggambarkan objek tersebut

Contoh paragraf deskripsi

Selama aku mengenalnya, dia adalah sosok yang baik dan menyenangkan. Dia juga selalu tahu bahwa aku sedang berduka atau kesusahan tanpa pernah sekalipun aku menceritakan kepadanya. Tak ayal, dia pun sering membantuku melewati masa-masa sulit yang kualami. Sayangnya, dia memiliki sifat yang tertutup dan terlalu lugas saat berbicara. Hal itulah yang membuat jumlah teman-temannya sedikit dibanding dengan yang lainnya. Padahal, jika orang-orang mau memahami dan menerima sifatnya, niscaya mereka akan mendapat perlakuan baik seperti yang telah aku rasakan.

Paragraf Persuasi / Persuatif

Paragraf persuasi adalah paragraf yang bersifat mengajak yang bertujuan untuk mempengaruhi dan meyakinkan pembaca maupun pendengar agar melakukan tindakan sesuai gagasan atau pendapat si pengarang.

Ciri-ciri paragraf persuasi

  • Bersifat ilmiah
  • Isinya berbentuk prosa
  • Bersifat mengajak atau membujuk
  • Memiliki contoh dan bukti seperti fakta dan data untuk meyakinkan pembaca

Contoh paragraf persuasi

Manusia adalah makhluk sosial yang berarti tidak bisa hidup sendiri. Kita pasti membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan semua urusan kita di dunia ini, dimulai dari ketika kita lahir hingga kita menemui ajal kita. Selain itu, pekerjaan yang dilakukan bersama – sama akan terlihat mudah. Seperti kata pepatah, “berat sama dipikul, ringan sama di jinjing.” Meskipun ada beberapa pekerjaan yang bisa kita lakukan sendiri, tetapi pekerjaan itu akan terasa berat dan hasilnya kurang memuaskan. Namun, jika kita saling membantu, maka pekerjaan itu akan terasa sangat mudah dengan hasil yang memuaskan. Oleh karena itu, marilah kita tanamkan jiwa saling tolong menolong antar sesama agar semua pekerjaan menjadi lebih mudah.

Berdasarkan Letak kalimat utama atau kalimat topiknya, paragraf dibagi 3 (tiga) jenis, yaitu,

Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utama atau kalimat topiknya berada di awal paragraf, sedangkan metode penalaran paragraf deduktif yaitu dengan cara memaparkan atau membahas suatu hal dari bersifat umum ke bersifat khusus.

Contoh :

Secara fisik, kemajuan dalam bidang pembangunan tidak dapat diingkari.
Gudang-gudang yang dulu berwarna kusam kelabi kini semarak dihiasi posterposter barang konsumsi. Siang dan malam sejumlah alat beerat bergemuruh
menyelesaikan gedung-gedung perkantoran yang banyak dibangun dikota. Jalanjalan raya pun mulus diaspal

Kalimat yang berwarna merah yang berada di awal paragraf disebut kalimat deduktif.

Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utama atau kalimat topiknya berada di akhir paragraf, sedangkan metode penalaran paragraf induktif yaitu dengan cara memaparkan atau membahas suatu hal dari bersifat khusus ke bersifat umum.

Contoh :

Pentingnya buku sebagai sarana mencerdaskan bangsa sudah
diamanatkan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1983. Namun,
penerapannya dilapangan masih jauh dari harapan. Banyak kalangan muda yang
lebih suka santai sambil mengobrol daripada membaca buku. Hal itu
menunjukkan bahwa buku di Indonesia belum menjadi kebutuhan

Kalimat yang berwarna merah yang berada di akhir paragraf disebut paragraf induktif.

Paragraf Deduktif-Induktif (Campuran)

Paragraf deduktif-induktif adalah paragraf yang kalimat utama atau kalimat topiknya berada di awal dan akhir paragraf.

Contoh :

Manusia adalah makhluk sosial. Semua pekerjaan sehari-hari kita
membutuhkan manusia lainnya. Misalnya saja kita ingin makan, tentu saja kita
membutuhkan petani untuk mendapatkan nasi, nelayan untuk mendapatkan ikan
dan peternak untuk mendapatkan daging. Semua aspek di kehidupan kita tidak
luput dari bantuan orang lain. Bahkan untuk mati pun kita masih membutuhkan
orang lain. Oleh karena itu, kita tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain

Kalimat yang berwarna merah yang berada di awal dan akhir paragraf disebut kalimat deduktif-induktif.

Pola Pengembangan Paragraf

Paragraf bisa dibedakan jenisnya berdasarkan pola pengembangan paragraf yaitu dengan melihat dari isi kalimat topik atau kalimat utamanya. ada 6 jenis paragraf jika dilihat dari pola pengembangannya diantaranya, paragraf perbandingan, paragraf pertanyaan, paragraf sebab akibat, paragraf contoh, paragraf perulangan, dan paragraf definisi.

Paragraf Perbandingan

Paragraf perbandingan adalah paragraf yang kalimat utama atau kalimat topiknya berisi perbandingan dua hal atau objek.

Paragraf Pertanyaan

Paragraf pertanyaan adalah paragraf yang kalimat utama atau kalimat topiknya berisi kalimat tanya dan kalimat pengembang untuk mengembangkan pertanyaan menjadi jawaban.

Paragraf Sebab Akibat

Paragraf sebab akibat adalah paragraf yang kalimat utama atau kalimat topiknya diawali sebab lalu diakhiri akibatnya, atau bisa sebaliknya diawali akibatnya dulu, lalu diikuti penyebabnya.

Paragraf Contoh

Paragraf contoh adalah paragraf yang kalimat utama atau kalimat topiknya berisi pengembangan dengan contoh-contoh tentang suatu hal untuk memperjelas pengertian pada kalimat utama.

Paragraf Perulangan

Paragraf perulangan adalah paragraf yang kalimat utama atau kalimat topiknya berisi pengembangan atau pengulangan kembali bagian kata atau kalimat yang dianggap penting.

Paragraf Definisi

Paragraf definisi adalah paragraf yang kalimat utama atau kalimat topiknya mendefinisikan atau memberikan pengertian terhadap suatu hal atau objek sehingga pembaca dapat mengerti tentang suatu hal atau objek tersebut.

Syarat Paragraf Yang Baik

Paragraf yang baik harus memiliki kriteria sebagai berikut.

  1. Memiliki kesatuan atau kohesi, artinya paragraf harus memiliki hubungan antar satu gagasan dengan gagasan lainnya.
  2. Memiliki kepaduan atau koherensi, artinya paragraf harus memiliki hubungan antar kalimat sehingga terangkai dengan logis-sistematis.
  3. Memiliki kelengkapan unsur paragraf seperti transisi, kalimat topik, kalimat pengembang dan kalimat penegas.

 


Referensi :
https://digilib.unila.ac.id/11430/14/BAB%20II.pdf
https://www.eduspensa.id/contoh-paragraf-narasi-singkat/
https://notepam.com/contoh-paragraf-argumentasi/

http://www.abimuda.com/2016/08/pengertian-dan-4-contoh-paragraf-eksposisi-singkat.html
https://dosenbahasa.com/contoh-paragraf-deskripsi-singkat
http://www.prbahasaindonesia.com/2015/11/5-contoh-paragraf-persuasi-singkat.html

About Abu Abdillah

Blogger, Muslim Marketer, Bookworm Cyclist Strong, Computer User, #PedagangMuslim ^__^

Lihat Juga

Pengertian Esai, Ciri, Jenis, Struktur, Langkah Pembuatan & Contoh Esai

Esai seringkali kita temukan dalam sebuah majalah pendidikan, dalam artikel atau pun kabar berita, dan …

Tinggalkan Balasan