Home / Bahasa Indonesia / Pengertian Kata, Jenis Kata dan Klasifikasi Kata

Pengertian Kata, Jenis Kata dan Klasifikasi Kata

Kita sering mengungkapkan suatu hal agar seseorang mengerti apa yang kita rasakan atau yang kita inginkan; atau seseorang yang sedang berpidato juga ingin menyampaikan apa yang harus ia sampaikan. Maka disini kita membutuhkan sebuah pilihan kata untuk membentuk sebuah kalimat yang akan kita sampaikan atau yang ingin kita ungkapkan kepada orang lain.

Lalu apa sih itu kata, serta ada berapa jenis kata dan klasifikasinya ?

Disini saya akan membahas dengan bagian pengertiannya terlebih dahulu, lalu jenis kata dan terakhir yaitu pengklasifikasian kata. mari kita simak pembahasan berikut ini.

Pengertian Kata

Kata adalah sebuah unsur bahasa yang terdiri dari kumpulan unit atau huruf yang memiliki arti dan berfungsi untuk membentuk sebuah kalimat, frasa dan klausa.

Dalam bahasa melayu dan indonesia, kata diambil dari bahasa ngapak yaitu ‘katha’ namun dipersempit lagi menjadi ‘kata’.

Dalam sebuah kata terdiri dari satu atau lebih morfem. Morfem adalah unit satuan terkecil yang berfungsi membedakan kata jamak, kata masa lampau, dan sebagainya.

Kata bisa terbentuk tanpa atau dengan afiks (sebuah imbuhan), baik itu diawal (prefiks) ditengah (infiks) ataupun diakhir (sufiks) kata; dan tidak menutup kemungkinan mendapat penggabungan antara awal dan akhir (konfiks).

Jenis-Jenis Kata

Sebuah kata dibagi kedalam dua jenis, yaitu jenis kata berdasarkan bentuk dan jenis kata berdasarkan kelas.

Berdasarkan Bentuk

Berdasarkan bentuknya, kata dapat dikelompokan menjadi empat macam, diantaranya kata dasar, kata turunan, kata ulang dan kata majemuk.

Kata Dasar adalah kata paling dasar yang tidak memiliki imbuhan atau tambahan dari kata lain. Kata dasar dapat membentuk kata lain seperti kata turunan atau sebuah kalimat dari kata dasar.

Contoh :
terang, sapu, datang, pulang, pindah, duduk, tidur, makan dan lain-lain.

Kata Turunan atau disebut juga kata imbuhan adalah kata dasar yang sudah diberi imbuhan atau tambahan kata lain sehingga maknanya berubah dari kata dasar.

Contoh :
Kata dasar : Terang. maka Kata Turunannya : Menerangi, Diterangi, Penerangan, Terangi
Kata dasar : Datang. maka Kata Turunannya : Mendatangi, Didatangi, Mendatangkan, Datangi
Kata dasar : Pulang. maka Kata Turunannya : Memulangkan, Berpulang, Dipulangkan, Pulangi

‘terang’ salah satu kata dasar yang berarti sebuah yang dapat dilihat, sebuah kejelasan atau hal yang memiliki cahaya. Namun jika kita ubah kepada kata turunan yaitu dengan menambahkan awalan (prefiks) ‘Me’ maka menjadi ‘Menerangi’ yang bermakna sedang memberi penglihatan.

Kata Ulang adalah kata dasar yang mendapat pengulangan baik itu keseluruhan atau hanya sebagian.

Contoh :
Kata dasar keseluruhan : kata-kata, makan-makan, ibu-ibu, bapak-bapak, lain-lain.

Kata dasar sebagian yang mengulang pada bagian awal atau akhirnya saja : perumahan, pegunungan, perbukitan, dan lain lain.

Kata Majemuk adalah kata yang terdiri dari dua kata yang padu yang membentuk makna baru dan jika dihilangkan salah satunya, maka akan berubah maknanya.

Contoh :
Rumah sakit,  kupu kupu, kambing hitam, kapal terbang.

Namun ada juga penulisannya digabungkan atau diberi tanda hubung

Contoh :
tanggungjawab, dukacita, ibu-bapak, anak-istri.

Berdasarkan Kelas

Berdasarkan Kelas kata dalam tata bahasa baku bahasa indonesia, kata dapat dikelompokan menjadi tujuh kategori.

1. Nomina (Kata Benda) adalah kata yang berhubungan dengan nama benda; contohnya, rumah, nama, tempat, buku, manusia dan nama benda lainnya.

2. Verba (Kata Kerja) adalah kata yang menyatakan tindakan, proses, perbuatan dan keadaan; contohnya, belajar, lari, baca, mancing, tidur, makan, terbang, dan lainnya.

Ada verba transitif dan intransitif.
– Verba Transitif adalah kata kerja yang memiliki objek.
– Verba Intransitif adalah kata kerja yang tidak memiliki objek.

3. Adjektifa (Kata Sifat) adalah kata yang menjelaskan keadaan kata benda; contohnya, keras, cepat, dingin, panas, dan lainnya.

4. Adverbia (Kata Keterangan) adalah kata yang memberikan keterangan kepada kata yang selain kata benda; contohnya, sekarang, kemarin, besok, dengan, bersama, meskipun, untuk dan lainnya.

5. Pronomina (Kata Ganti) adalah kata yang menggantikan kata benda; contohnya, ia, itu, dia, mereka, engkau, kamu, kamu dan lainnya.

6. Numeralia (Kata Bilangan) adalah kata yang menunjukan bilangan terhadap benda atau menunjukan sebuah urutan deretan; contohnya, satu, dua, tiga, empat, pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima dan lainnya.

7. Partikel (Kata Tugas) adalah kata yang terkait dengan kata lain. Berdasarkan peranannya partikel dibagi lagi menjadi 5 subkelompok, diantaranya,

– Preposisi (Kata Depan) adalah kata yang terdapat didepan kata benda; contohnya, dari, dengan, di, dan ke.

– Konjungsi (Kata Sambung) adalah kata yang menyambungkan antar kata, antar frasa, antar kalusa dan antar kalimat; contohnya, dan, karena, atau, tetapi, seandainya, ketika, supaya, seperti, oleh dan lainnya.

– Artikula (Kata Sandang) adalah kata yang menjelaskan kata benda namun tidak memiliki arti. Kata sandang dapat berfungsi untuk memberi gelar, mengacu pada kelompok, dan membendakan; contohnya, memberi gelar : sang, sri; mengacu pada kelompok : umat, para; membendakan : si terdakwa, si pencuri, yang mulia.

– Interjeksi (Kata Seru) adalah kata pengungkapan suatu perasaan; contohnya, wow, ah, aduh, wah; atau juga bisa sebagai suara tiruan seperti, meong, embeee, kukuruyuk, wek wek.

– Partikel Penegas adalah kata untuk mengungkapkan penegasan terhadap suatu kata; contohnya, -kah, -lah, -tah dan -pun.

Klasifikasi Kata

Setelah ketujuh kelompok kata berdasarkan kelas, maka kelas kata dibagi menjadi dua klasifikasi diantaranya, kelas terbuka dan kelas tertutup.

Kelas Terbuka yaitu kelompok kata yang dapat berkembang atau mendapat penambahan kata baru dan bisa berkurang seiring waktu. Kata yang termasuk dalam kelompok terbuka diantaranya, nomina (kata benda), adjektifa (kata sifat), verba (kata kerja) dan adverbia (kata keterangan).

Kelas Tertutup yaitu kelompok kata yang bersifat tetap yang artinya tidak ada pembentukan kata baru sehingga jumlah kata dalam kelompok ini tidak akan bertambah ataupun berkurang. Kata yang termasuk dalam kelompok kelas tertutup adalah preposisi (kata depan), pronomina (kata ganti), dan konjungsi (kata sambung).

About Abu Abdillah

Semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat :)

Lihat Juga

Pengertian Esai, Ciri, Jenis, Struktur, Langkah Pembuatan & Contoh Esai

Esai seringkali kita temukan dalam sebuah majalah pendidikan, dalam artikel atau pun kabar berita, dan …

Tinggalkan Balasan