Home / Bahasa Indonesia / Pengertian Karmina/Pantun Kilat, Ciri-Ciri dan Contohnya

Pengertian Karmina/Pantun Kilat, Ciri-Ciri dan Contohnya

Pantun adalah salah satu karya puisi lama yang biasa diungkapkan oleh anak-anak maupun orang dewasa untuk menyampaikan suatu pesan yang sangat bermanfaat maupun sebuah sindiran dengan kata-kata unik sehingga terdengar menarik.

Ada 3 jenis pantun yang kita kenal diantaranya pantun umum, pantun kilat dan pantun taliban.

Sebelumnya saya telah membahas tentang Pengertian Pantun, Ciri-Ciri Pantun & Jenis Pantun serta Contohnya

Silahkan baca terlebih dahulu tulisan sebelumnya agar memahami apa itu pantun dan apa perbedaan antara pantun umum dan pantun kilat. Disana juga sudah saya bahas tentang pengertian pantun, ciri ciri dan jenis pantun.

Oke sekarang kembali ke topik utama yaitu membahas tentang karmina atau pantun kilat.

Pengertian Karmina/Pantun Kilat

Karmina atau juga dikenal dengan pantun kilat atau pantun dua seuntai adalah pantun yang baitnya berjumlah 2 baris, pada setiap barisnya terdapat 8-12 suku kata dan mempunyai sajak berpola a-a

Pada bait pantun terdiri dari sampiran dan isi, dimana baris pertama disebut sampiran dan baris kedua disebut isi.

Sampiran dan isi tidak lah berhubungan dengan makna yang akan disampaikan, hanya akhiran katanya saja yang sama.

Karmina atau Pantun kilat biasanya digunakan untuk mengungkapkan, menyampaikan atau menyindir seseorang secara langsung.

Sebenarnya pantun ini bermula pada pantun 4 baris yang berjumlah 4-5 suku kata, namun keempat baris tersebut di katakan secara langsung seolah-olah menjadi sebuah kalimat sehingga menjadi 2 baris bait pantun. contohnya seperti berikut ini,

Pantun 4 baris :

Kura – kura,

Dalam perahu

Pura – pura,

Tidak tahu

Pada pantun diatas setiap barisnya diperkecil lagi seolah-olah sebuah kalimat sehingga menjadi,

Pantun 2 baris

Kura-kura, dalam perahu

Pura-pura, tidak tahu

Kita bisa melihat yang tadinya berjumlah 4 baris, lalu baris 1 dan 2, 3 dan 4 di satukan  seolah-olah sebuah kalimat sehingga menjadi 2 baris saja, dan ini lah yang disebut karmina atau pantun kilat. Paham kan ? oke lanjut . . .

Menentukan Pola, Baris, Sampiran dan isi Pantun Kilat/Karmina

Sekarang kita akan menentukan pola, baris, sampiran dan isi pantun karmina atau pantun kilat agar kamu bisa lebih mengerti. caranya pun sangatlah mudah. Simaklah penjelasan pada contoh pantun berikut ini.

[a] Sudah gaharu cendana pula (sampiran & baris pertama)
[a] sudah tahu bertanya pula (isi & baris kedua)

Pantun diatas berpola a-a, polanya bisa dilihat dari kata akhirannya, yaitu dalam sampiran baris pertama yang berakhiran huruf ‘a’ sedangkan pada isi baris kedua berakhiran huruf ‘a’ juga.

Masih belum mengerti ? oke kita simak contoh lain

[a] Ikan lele beli di pasar (sampiran & baris pertama)
[a] Persoalan sepele jangan diumbar (isi & baris kedua)

Pantun diatas berpola a-a, polanya bisa dilihat dari kata akhirannya, yaitu dalam sampiran baris pertama yang berakhiran huruf ‘r’ sedangkan pada isi baris kedua berakhiran huruf ‘r’ juga.

Ciri – Ciri Karmina/Pantun Kilat

  • Dalam bait pantun terdiri dari 2 baris
  • Setiap baris terdapat 8-12 suku kata
  • Terdapat sampiran dan isi, yaitu baris pertama merupakan sampiran sedangkan baris kedua merupakan isi.
  • Pola sajak a-a

Contoh Karmina/Pantun Kilat

Dahulu parang sekarang besi.
Dahulu sayang sekarang benci.

Lain dulang lain kakinya
Lain orang lain hatinya

Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan binasa

Pohon jati burung dara
Hati-hati saat bicara

Naik bis bawa terompet
Dalam bis banyak copet

Ada banci main mata
Rasa benci jadi cinta

About Abu Abdillah

Semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat :)

Lihat Juga

Pengertian Esai, Ciri, Jenis, Struktur, Langkah Pembuatan & Contoh Esai

Esai seringkali kita temukan dalam sebuah majalah pendidikan, dalam artikel atau pun kabar berita, dan …

Tinggalkan Balasan