Home / Bahasa Indonesia / Pengertian Cerpen, Unsur, Struktur, Ciri, Fungsi Cerpen Cerita Pendek

Pengertian Cerpen, Unsur, Struktur, Ciri, Fungsi Cerpen Cerita Pendek

Ketika disekolah kita sering disuruh untuk membuat cerpen oleh pak guru maupun ibu guru, dan kita pun sering sekali membaca atau dipendengarkan oleh ibu atau bapak kita sendiri. Diantara kisah-kisah yang sering kita baca atau dengar adalah cerita si kancil mencuri timun. Cerita seperti itu biasanya diselesaikan dengan waktu yang sangat singkat dan langsung selesai. Cerita yang singkat biasanya disebut cerpen atau cerita pendek.

Pengertian Cerpen

Cerpen atau cerita pendek adalah karya sastra karangan yang berbentuk prosa yang menceritakan atau mengkisahkan suatu tokoh secara ringkas dan bersifat fiktif yang diawali dengan konflik dan diakhiri dengan penyelesaian atau solusi dari konflik tersebut.

Cerpen memiliki sifat fiktif artinya isi dari karangan cerpen lebih kepada khayalan seseorang dalam menceritakan suatu kejadian, namun ada juga yang benar-benar terjadi pada kehidupan.

Cerpen juga berbentuk prosa yang berjenis prosa naratif, artinya menceritakan suatu peristiwa atau kejadian dengan tujuan agar pembaca atau pendengar seolah – olah mengalami kejadian yaitu dengan mengembangkan imajinasi dari pembaca ataupun pendengarnya.

Isi cerpen lebih cenderung padat dan ringkas tidak lebih dari 10.000 kata, berbeda dengan novel yang lebih panjang dan memiliki puluhan ribu kata.

Ciri-Ciri Cerpen

  1. Isinya tidak lebih dari 10.000 (sepuluh ribu) kata.
  2. Selesai dibaca dengan sekali duduk.
  3. Bersifat fiktif atau khayalan.
  4. Hanya mempunyai 1 alur saja (alur tunggal).
  5. Isi dari cerita berasal dari kehidupan sehari-hari.
  6. Penggunaan kata-kata yang mudah dipahami oleh pembaca.
  7. Bentuk tulisan yang singkat (lebih pendek dari Novel).
  8. Penokohan dalam cerita pendek sangat sederhana.
  9. Mengangkat beberapa peristiwa saja dalam hidup.
  10. Kesan dan pesan yang ditinggalkan sangatlah mendalam sehingga si pembaca ikut merasakan isi dari cerita pendek tersebut.

Struktur Cerpen

1. Abstrak

Abstrak yaitu bagian ringkasan cerita atau inti dari cerita yang akan dikembangkan kedalam rangkaian peristiwa, abstrak juga bisa menjadi gambaran permulaan atau awal-awal sebuah cerita. Struktur abstrak bersifat opsional artinya boleh digunakan atau pun tidak.

2. Orientasi

Orientasi yaitu bagian perkenalan yang berhubungan dengan latar peristiwa seperti tempat, suasana, dan waktu pada sebuah cerpen. Didalam struktur ini, banyak diterangkan atau digambarkan keadaan cerita yang berhubungan dengan latar peristiwa, hal ini bertujuan untuk menggambarkan imajinasi kepada pembaca bahwa suasananya seperti ini dan itu sehingga imajinasi pembaca mudah menangkap cerita tersebut.

3. Komplikasi

Komplikasi yaitu bagian kejadian-kejadian yang memiliki sebab akibat dan berhubungan antara peristiwa satu dengan peristiwa lainnya. Disinilah terdapat konflik atau inti permasalahan pada cerpen, biasanya pembaca akan mengetahui setiap karakter tokoh pada bagian inti permasalahan ini.

4. Evaluasi

Evaluasi yaitu bagian permasalahan yang mulai mengacu pada klimaks atau mencapai titik puncak permasalahan dan mulai mendapat penyelesaian terhadap konflik yang terjadi pada bagian komplikasi.

5. Resolusi

Resolusi yaitu pengarang memberikan solusi atau cara penyelesaian kepada tokoh dari konflik yang terjadi sehingga akar permasalahan pun mulai teratasi.

6. Koda

Koda yaitu pelajaran atau nilai yang dapat kita ambil dari cerita cerpen yang ditulis oleh si pengarang.

Unsur – Unsur Cerpen

Cerpen dibangun dengan dua unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, tanpa kedua unsur ini maka cerpen tidak mudah untuk dibuat, unsur-unsur ini saling berkaitan dalam pembentukan jalan cerita pada sebuah cerpen.

Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur intrinsik adalah unsur yang membentuk cerpen dari dalam dan sangat penting dalam pembentukan cerpen. ada 7 macam unsur intrinsik cerpen diantaranya tema, alur/plot, setting, tokoh, penokohan, sudut pandang, dan amanat.

1. Tema

Tema yaitu gagasan pokok atau ide pokok didalam sebuah cerita awal sampai akhir. Ada dua bagian tema, yaitu tersurat dan tersirat. Tersurat artinya tema pada cerpen jelas terlihat sehingga mudah diketahui, sedangkan tersirat artinya tema tersebut tidak mudah diketahui, pembaca harus memahami cerita terlebih dahulu untuk mengetahuinya.

2. Alur / Plot

Alur atau plot yaitu urutan jalannya cerita dari awal sampai akhir pada sebuah cerpen dimulai dari perkenalan, konflik, klimaks/permasalahan yang memuncak, penyelesaian.

3. Setting / Latar

Setting atau latar yaitu keterangan yang menggambarkan waktu, tempat, dan suasana dalam peristiwa pada sebuah cerpen.

4. Tokoh

Tokoh yaitu orang yang berperan atau terlibat dalam cerita yang biasa disebut pelaku. Setiap pelaku memiliki karakteristik yang berbeda, ada yang baik ada yang jahat dan ada pula antara baik dan jahat, jika yang baik disebut pelaku protagonis, sedangkan orang yang jahat disebut pelaku antagonis, dan orang yang ditengah antara pelaku baik dan jahat atau orang itu bisa baik bisa juga jahat disebut tritagonis.

Pelaku juga memerankan perannya masing-masing diantaranya pelaku utama dan pelaku pembantu. Pelaku utama yaitu orang yang memiliki peranan penting dalam cerita, sedangkan pelaku pembantu yaitu orang yang peranannya tidak penting atau hanya muncul untuk membantu pelaku utama.

5. Penokohan

Penokohan yaitu hal yang menggambarkan sifat atau watak tokoh/pelaku. sifat tokoh bisa terlihat dari segi secara langsung dan tidak langsung.

Jika secara langsung artinya sifat atau wataknya tersirat yaitu mudah terlihat karena pengarang langsung menggambarkan watak tokoh tersebut, sedangkan secara tidak langsung artinya sifat atau wataknya tersurat yaitu pembaca mengetahuinya dari yang tergambar dari pikiran tokoh maupun dalam dialog antar tokoh.

6. Sudut Pandang

Sudut pandang yaitu teknik atau cara pengarang dalam menempatkan posisinya dalam sebuah cerpen yaitu dengan menyampaikan ceritanya baik melalui tokoh-tokoh, tindakan, dan latar sehingga membentuk sebuah rangkaian cerita. Ada 4 macam sudut pandang, diataranya :

a. Sudut pandang orang pertama, yaitu sudut pandang yang seolah-olah pengarang ikut terlibat dalam cerita. sudut pandang orang pertama ada dua yaitu tunggal dan jamak, jika orang pertama tunggal menggunakan kata “aku” dan “saya”, sedangkan orang pertama jamak biasanya menggunakan kata “kami” dan “kita”.

b. Sudut pandang orang ketiga, yaitu pengarang mencoba memposisikan dirinya diluar bagian dengan tidak terlibat atau tidak terbawa dalam cerita, tetapi pengarang hanya menjadi seorang pencerita tokoh lainnya. pada sudut pandang ketiga ada dua yakni tunggal dan jamak, jika orang ketiga tunggal biasanya menggunakan kata “dia”, nama orang, “dirinya”, sedangkan untuk orang ketiga jamak menggunakan kata “mereka”.

7. Amanat

Amanat yaitu pesan moral, makna isi atau gagasan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca maupun pendengar pada sebuah cerpen.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membentuk cerpen dari luar dan pada unsur ini berpengaruh besar terhadap pembuatan amanat dan latar belakang dibentuknya cerpen. ada 2 macam unsur ekstrinsik cerpen diantaranya latar belakang masyarakat dan latar belakang pengarang.

1. Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang pada masyarakat seperti kondisi politik, ideologi, sosial, dan ekonomi masyarakat sangat berpengaruh dalam pembentukan jalan cerita pada sebuah cerpen.

2. Latar Belakang Pengarang

Pada bagian unsur ini meliputi pemahaman pengarang terhadap sejarah hidup dan sejarah hasil pembuatan karya sastra yang telah dibuat sebelumnya. berikut ini bagian penyusun yang terdapat pada latar belakang pengarang.

a. Biografi, yaitu riwayat hidup pengarang secara keseluruhan.

b. Kondisi psikologis, kondisi suasana pikiran pengarang saat menulis cerpen.

c. Aliran sastra, hal ini berpengaruh pada gaya penulisan bahasa atau seni menulis cerpen.

Fungsi Sastra dalam Cerpen

Terdapat lima macam fungsi sastra dalam cerpen diantaranya yaitu :

  1. Fungsi rekreatif, yaitu memberikan rasa senang, gembira, serta menghibur para penikmat atau pembacanya.
  2. Fungsi didaktif, yaitu mengarahkan dan mendidik para penikmat atau pembacanya karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung didalamnya.
  3. Fungsi estetis, yaitu memberikan keindahan bagi para penikmat atau para pembacanya.
  4. Fungsi moralitas, yaitu fungsi yang mengandung nilai moral sehingga para penikmat atau pembacanya dapat mengetahui moral yang baik dan tidak baik bagi dirinaya.
  5. Fungsi relegiusitas, yaitu mengandung ajaran agama yang dapat dijadikan teladan bagi para penikmatnya atau pembacanya.

About Abu Abdillah

Semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat :)

Lihat Juga

Pengertian Esai, Ciri, Jenis, Struktur, Langkah Pembuatan & Contoh Esai

Esai seringkali kita temukan dalam sebuah majalah pendidikan, dalam artikel atau pun kabar berita, dan …

Tinggalkan Balasan