UUD 1945 amandemen I-IV

Bunyi UUD 1945 Pasal 28J Ayat 1, 2 dan Penjelasannya

Pasal 28J adalah pasal yang berhubungan dengan HAM tentang pentingnya menghargai dan menghormati hak asasi orang lain.

Pasal 28J terdapat dalam UUD 1945 BAB XA Tentang Hak Asasi Manusia.

Dalam masa amandemen UUD 1945 I-IV, Bab XA dan kedua ayat pada pasal 28J sudah mendapat dua kali perubahan.

Pasal 28J yang saya bagikan adalah pasal yang terdapat dalam UUD 1945 yang sudah mengalami masa amandemen ke I, II, III, IV sehingga dapat digunakan sebagai referensi untuk masa sekarang.

Bunyi UUD 1945 Pasal 28J Tentang Hak Asasi Manusia

BAB XA HAK ASASI MANUSIA **)

Pasal 28J

Ayat 1 **)
Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ayat 2 **)
Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

Keterangan :
Tanda pada Perubahan atau Amandemen UUD 1945 yakni dengan di beri tanda bintang : * pada BAB, Pasal dan Ayat Seperti :

  • Perubahan Pertama : *)
  • Perubahan Kedua : **)
  • Perbuahan Ketiga : ***)
  • Perubahan Keempat : ****)

Penjelasan Pasal 28J Ayat 1

Pasal 28J ayat 1 berisi perintah kepada kita untuk menghormati hak asasi orang lain baik itu dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menghormati hak asasi orang lain sangatlah penting. Dalam hidup kita akan berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain. Agar hubungan ini berjalan baik, kita harus memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Jika kita ingin dihormati, maka kita pun wajib menghormati orang lain. Jika tidak begitu akan terjadi kekacauan atau gangguan dalam hubungan tersebut sehingga pelanggaran HAM bisa terjadi.

Contoh hak-hak yang harus kita jaga :

  • Kebebasan beragama, artinya tidak boleh mengganggu peribadahan orang lain, atau menindas pemeluk agama yang berbeda dengan kita. Jika kita menemukan pemeluk suatu agama ditindas pada sebuah negara, berarti hak asasi manusianya terganggu sehingga ini bisa dinyatakan pelanggaran ham.
  • Kebebasan berpendapat, artinya bebas menyampaikan suatu pendapat yang pro maupun kontra. Namun bebas disini bukan berarti bebas tanpa aturan, karena pendapat kita tidak boleh melanggar hak orang lain seperti menghina, merendahkan, dan lainnya.
  • Diperlakukan sama. Jika anda membedakan perlakuan terhadap orang yang terlihat kaya, miskin, atau dari penampilannya, berarti anda sudah melanggar hak perlakuan yang sama. Contoh lain yakni saat hakim menentukan keputusan hukuman pada seseorang, ia tidak boleh berat sebelah baik itu kepada pejabat, orang kaya, atau miskin, jangan sampai hukum tumpul keatas tajam kebawah.
  • Pendidikan. Pada masa penjajahan, pendidikan hanya untuk rakyat penjajah dan rakyat indonesia keturunan ningrat, sedangkan rakyat biasa tidak diberikan. Namun sekarang seluruh rakyat Indonesia termasuk disabilitas diberikan hak atas pendidikan, bahkan pemerintah mewajibkan sekolah pertama 9 tahun gratis.
  • Pegawai Negeri. Setiap satu atau dua tahun pemerintah membuka pendaftaran CPNS bagi siapa saja yang ingin menjadi pegawai negeri sipil atau PNS. 

Penjelasan Pasal 28J Ayat 2

Setiap orang memiliki hak asasinya masing-masing dan diberikan kebebasan dalam menjalankannya, namun jangan sampai hal tersebut melanggar hak asasi orang lain. Maka dari itu pemerintah memberikan aturan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Aturan tersebut bisa dilihat dalam UUD45 atau undang-undang yang dikeluarkan pemerintah, baca selengkapnya di artikel Pasal yang mengatur HAM.

Tinggalkan Balasan