Home / UUD 1945 / Bunyi UUD 1945 Pasal 20 Ayat 1, 2, 3, 4, 5 dan Penjelasannya

Bunyi UUD 1945 Pasal 20 Ayat 1, 2, 3, 4, 5 dan Penjelasannya

Diperbarui Tanggal 21 September 2018 Jam 02:07 pm

Undang Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 20 Ayat 1, 2, 3, 4, 5 Tentang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Pasal 20 menjelaskan tentang kegiatan Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR dalam pembentukan rancangan undang-undang dari mulai sidang hingga pengesahan undang-undang.

Pasal 20 terdapat dalam UUD 1945 BAB VII Tentang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dalam masa amandemen UUD 1945 I-IV Kelima ayat pada pasal 20 sudah mendapat perubahan atau sudah di amandemen, ayat tersebut diantaranya ayat 1 (satu), ayat 2 (dua), ayat 3 (tiga) dan ayat 4 (empat) sudah mendapat satu kali perubahan, sedangkan pada ayat 5 (lima) mendapat dua kali perubahan.

Pasal 20 yang saya bagikan adalah pasal yang terdapat dalam kitab UUD 1945 yang sudah mengalami masa amandemen ke I, II, III, IV sehingga dapat digunakan sebagai referensi untuk masa sekarang.

Berikut ini Bunyi UUD 1945 Pasal 20 Ayat 1, 2, 3, 4, 5 Tentang Dewan Perwakilan Rakyat

BAB VII DEWAN PERWAKILAN RAKYAT

Pasal 20

Ayat 1 *)
Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang.

Ayat 2 *)
Setiap rancangan undang-undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama.

Ayat 3 *)
Jika rancangan undang-undang itu tidak mendapat persetujuan bersama, rancangan undang-undang itu tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu.

Ayat 4 *)
Presiden mengesahkan rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama untuk menjadi undang-undang.

Ayat 5 **)
Dalam hal rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama tersebut tidak disahkan oleh Presiden dalam waktu tiga puluh hari semenjak rancangan undang-undang tersebut disetujui, rancangan undang-undang tersebut sah menjadi undang-undang dan wajib diundangkan.

Penjelasan Pasal 20 Ayat 1
Pasal 20 ayat 1 menjelaskan bahwa DPR adalah lembaga tinggi negara yang memegang kekuasaan untuk membuat atau membentuk sebuah rancangan undang-undang yang biasa disingkat RUU.

Penjelasan Pasal 20 Ayat 2
Pasal 20 ayat 2 menjelaskan bahwa dalam membentuk RUU atau rancangan undang-undang, DPR membahasnya dengan Presiden di persidangan Dewan Perwakilan Rakyat; jika terdapat kesepakatan dengan isi RUU tersebut, maka DPR dan Presiden akan menyetujui secara bersama untuk membentuk dan mensahkan rancangan undang-undang itu.

Penjelasan Pasal 20 Ayat 3
Pasal 20 ayat 3 menjelaskan bahwa DPR dan Presiden dalam membentuk RUU atau rancangan undang-undang melakukannya secara bersama dan menyetujuinya secara bersamaan pula. Jika ada salah satu yang tidak setuju dengan RUU tersebut, boleh jadi yang tidak setuju DPR atau Presiden, maka RUU atau rancangan undang-undang tersebut tidak boleh diajukan kembali dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat pada masa itu.

Penjelasan Pasal 20 Ayat 4
Pasal 20 ayat 4 menjelaskan bahwa setelah mendapat persetujuan bersama antara DPR dan Presiden dalam pembentukan RUU atau rancangan undang-undang, maka Presiden akan mengesahkan rancangan undang-undang tersebut untuk dijadikan undang-undang, lalu diberlakukan dan digunakan secara resmi sesuai peraturan perundang-undangan.

Penjelasan Pasal 20 Ayat 5
Pasal 20 ayat 5 menjelaskan bahwa jika Presiden tidak segera mengesahkan RUU atau rancangan undang-undang yang telah mendapat persetujuan antara DPR dan Presiden dalam waktu 30 hari, maka rancangan undang-undang tersebut otomatis telah sah menjadi undang-undang dan akan diberlakukan dan digunakan secara resmi sesuai peraturan perundang-undangan.

 

Keterangan :
Tanda pada Perubahan atau Amandemen UUD 1945 yakni dengan di beri tanda bintang : * pada BAB, Pasal dan Ayat Seperti :

  • Perubahan Pertama : *)
  • Perubahan Kedua : **)
  • Perbuahan Ketiga : ***)
  • Perubahan Keempat : ****)

About Abu Abdillah

Semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat :)

Lihat Juga

UUD 1945 amandemen I-IV

Bunyi UUD 1945 Pasal 28D Ayat 1, 2, 3, 4 dan Penjelasannya

Pasal 28D adalah pasal yang mengatur tentang hak manusia dalam hal hukum, pekerjaan, pemerintahan dan …

Tinggalkan Balasan