Home / UUD 1945 / Bunyi UUD 1945 Pasal 28G Ayat 1, 2 dan Penjelasannya
UUD 1945 amandemen I-IV

Bunyi UUD 1945 Pasal 28G Ayat 1, 2 dan Penjelasannya

Diperbarui Tanggal 5 November 2019 Jam 11:06 am

Pasal 28G adalah pasal yang mengatur tentang hak asasi manusia dalam hal rasa aman dan perlindungan yang menyangkut dengan dirinya dari kejahatan yang menimpanya.

Pasal 28G terdapat dalam UUD 1945 BAB XA Tentang Hak Asasi Manusia.

Dalam masa amandemen UUD 1945 I-IV, Bab XA dan kedua ayat pada pasal 28G sudah mendapat dua kali perubahan.

Pasal 28G yang saya bagikan adalah pasal yang terdapat dalam UUD 1945 yang sudah mengalami masa amandemen ke I, II, III, IV sehingga dapat digunakan sebagai referensi untuk masa sekarang.

Berikut ini Bunyi UUD 1945 Pasal 28G Tentang Hak Asasi Manusia

BAB XA HAK ASASI MANUSIA **)

Pasal 28G

Ayat 1 **)
Setiap orang berhak atas perlidungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

loading...

Ayat 2 **)
Setiap orang berhak bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.

Keterangan :
Tanda pada Perubahan atau Amandemen UUD 1945 yakni dengan di beri tanda bintang : * pada BAB, Pasal dan Ayat Seperti :

  • Perubahan Pertama : *)
  • Perubahan Kedua : **)
  • Perbuahan Ketiga : ***)
  • Perubahan Keempat : ****)

Penjelasan Pasal 28G Ayat 1
Pasal 28G Ayat 1 menjelaskan bahwa negara menjamin hak atas perlindungan yang menyangkut dengan dirinya baik itu dirinya pribadi, keluarga, kehormatan dan harta bendanya yang ia miliki.

Maka jika ada orang yang berbuat jahat kepadanya dengan mengambil hartanya atau melecehkan kehormatannya dan keluarganya, maka negara wajib melindungi dan menghukum orang yang telah berbuat jahat tersebut sesuai Undang-undang yang berlaku.

Negara juga menjamin hak atas rasa aman dari berbagai ancaman yang membuatnya tidak bisa mengekspresikan dirinya karena takut dengan orang yang mengancamnya.

Seseorang berhak untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukannya sesuai kehendak hatinya. serta terlindung dari paksaan yang membuatnya harus melakukan sesuatu atau tidak melakukannya.

Seandainya ada orang yang mengancamnya karena telah melakukan sesuatu atau tidak menuruti paksaan si pengancam sehingga menimbulkan ketakutan atau kejahatan, maka negara wajib untuk melindunginya dan menghukum orang yang mengancamnya sesuai undang-undang yang berlaku.

Misalnya, ketika pemilu, seseorang berhak memilih paslon 2, namun ada orang lain yang mengancamnya dan memaksanya untuk memilih paslon 1, bahkan orang itu akan membunuhnya jika tidak menuruti, maka ia berhak melapor untuk meminta rasa aman dan perlindungan dari ancaman tersebut.

Penjelasan Pasal 28G Ayat 2
Pasal 28G ayat 2 menjelaskan bahwa negara menjamin hak atas perlindungan dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan martabatnya sebagai manusia.

Negara wajib melindunginya dan menghukum orang yang telah melakukan hal tersebut, karena jika tidak, berarti hal ini telah melanggar hak asasi manusia.

Seandainya ia teraniaya di negerinya sendiri dan kurangnya jaminan negara dalam melindunginya, maka ia berhak mendapat perlindungan dari negara lain untuk membebaskannya dari perlakuan tersebut; hal ini juga dinamakan suaka politik.

Inti Pokok Pasal 28G

Negara Indonesia menjamin manusia dalam hal:

  1. Hak atas perlindungan yang menyangkut dengan dirinya
  2. Hak atas rasa aman dan pelindungan dari ancaman ketakutan
  3. Hak atas perlindungan dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan martabat manusia
  4. Hak memperoleh perlindungan dari negara lain

Lihat juga daftar pasal yang mengatur tentang hak asasi manusia:

Kamu wajib tau!

Suaka politik adalah suatu bentuk perlindungan dan dukungan dari otoritas berdaulat yang lain seperti negara lain atau semisalnya bagi orang yang teraniaya di negerinya sendiri

Jika ada kejahatan yang menimpa dirinya seperti ancaman ketakutan yang dapat membahayakan dirinya, maka ia wajib melapor kepada pihak yang berwenang seperti kepolisian untuk meminta perlindungan dan tidak diperbolehkan seseorang main hakim sendiri kecuali terdesak.

About Abu Abdillah

Semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat :)

Tinggalkan Balasan