Home / Penddidikan Kewarganegaraan / 4 Unsur Terbentuknya Negara Menurut Konvensi Montevideo 1993 dan Penjelasannya
Unsur-Unsur Negara Menurut Konvensi Montevideo 1993

4 Unsur Terbentuknya Negara Menurut Konvensi Montevideo 1993 dan Penjelasannya

Berdirinya sebuah negara harus memenuhi unsur-unsur yang dicantumkan dalam pasal 1 Konvensi montevideo 1993  yang ditandatangani oleh 19 negara di Montevideo, Uruguay pada tanggal 26 Desember 1993.

Sebelumnya Konvensi montevideo dilakukan oleh antar negara sebagai jalan terbuka dan hak asasi bagi negara-negara yang baru merdeka bekas kolonial (dalam hal ini indonesia) untuk menjadikan negaranya sebagai negara yang diakui oleh dunia internasional sehingga konvensi ini melahirkan sebuah traktat atau hukum internasional bahwa negara dapat berdiri dan diakui setelah memenuhi empat unsur.

Unsur-Unsur Negara

Berikut ini 4 unsur pembentuk negara menurut konvensi montevideo.

  1. Penduduk yang tetap
  2. Wilayah tertentu
  3. Pemerintah
  4. Kemampuan mengadakan hubungan dengan negara lain

Mari kita bahas satu persatu

Wilayah Kekuasaan

Wilayah adalah sebuah daerah yang dikuasai oleh pemerintah yang berdaulat serta ditempati penduduk.

Wilayah ini disebut wilayah teritorial artinya wilayah yang didalamnya diadakan sebuah kedaulatan tanpa campur tangan dari pihak atau negara lain.

Wilayah tersebut terdiri dari daratan, lautan dan udara serta juga batas extrateritorial.

Sebuah negara memerlukan sebuah wilayah tempat penghuninya (penduduk) tinggal. Jika negara tidak memiliki wilayah mau tinggal dimana para penduduknya?

Penduduk atau Rakyat yang tetap

Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati suatu wilayah tertentu (dalam hal ini sebuah negara). Penduduk terdiri dari penduduk asli dan penduduk pendatang.

Penduduk asli adalah penduduk yang lahir dan menempati wilayah (negara) tempat ia lahir.

Penduduk pendatang adalah penduduk yang datang dari wilayah atau negara lain untuk tinggal dan menetap disuatu negara secara hukum.

Penduduk asli dan pendatang dalam suatu negara disebut juga sebagai warga negara yang telah diakui secara hukum.

Dalam sebuah negara harus ada penduduk yang menempati wilayah dan juga menjalankan sistem dalam wilayah itu. Jika negara tidak memiliki penduduk, siapa yang mengisi dan menjalankan sistem pemerintahan?

Pemerintah yang Berdaulat

Pemerintah adalah organisasi yang memiliki kekuasaan yang menerapkan dan menjalankan undang-undang di wilayah tertentu. Pemerintah disini adalah pemerintah yang berdaulat, artinya memiliki kekuasaan tertinggi terhadap wilayah beserta penduduknya.

Pemerintah bisa kita sebut sebagai kepala negara (wilayah) beserta lembaga dibawahnya sebagai orang yang dipercaya oleh penduduk atau rakyat untuk menjalankan sistem sebuah wilayah.

Pemerintah mewakili semua penduduk yang tinggal diwilayah itu baik dalam mempertahankan, mengatur, dan mengamankan wilayah yang menjadi teritorialnya. Jika tanpa pemerintah dan hanya sebuah penduduk saja, siapa yang akan mengatur banyaknya penduduk yang menempati wilayah (negara) tersebut? dan apa yang terjadi jika tidak ada yang mengatur? pastilah akan berantakan.

Kemampuan mengadakan hubungan dengan negara lain

Selain dari ketiga unsur pembentuk negara juga diperlukan unsur mengadakan hubungan dengan negara lain artinya jika hanya terbatas pada wilayah, penduduk dan pemerintah saja belum cukup, negara tersebut haruslah bisa menjalin hubungan dengan negara lain tujuannya agar kedaulatan negara tersebut mendapat pengakuan dalam hubungan internasional baik itu secara de facto maupun de jure.

Pengakuan de facto adalah bentuk pengakuan negara terhadap negara lainnya berdasakan fakta dan kenyataan bahwa negara tersebut sudah memenuhi syarat-syarat pembentuk negara seperti adanya penduduk yang tetap, wilayah dan pemerintah yang berdaulat.

Pengakuan de jure adalah bentuk pengakuan secara hukum yang dinyatakan oleh negara-negara lain melalui hukum internasional.

Selain agar kedaulatannya dapat diakui oleh negara lain, hubungan internasional juga sebagai bentuk kerjasama yang bermanfaat antar negara.

Unsur Konstitutif dan Deklaratif

Dari ke empat unsur diatas terbagi dalam dua kategori yaitu unsur konstitutif dan unsur deklaratif.

Unsur konstitutif adalah unsur pokok yang mengharuskan sebuah negara memiliki Penduduk, wilayah dan pemerintah yang berdaulat.

Sedangkan unsur deklaratif adalah unsur tentang bagaimana negara itu harus memiliki kemampuan mengadakan hubungan dengan negara lain sehingga mendapat pengakuan dari negara lain. Unsur ini sebenarnya tidak mutlak harus terpenuhi. Namun karena pentingnya sebuah hubungan antar negara, maka negara harus memiliki unsur ini agar tidak diasingkan dalam hubungan internasional.

Dalam menjalin hubungan, sebuah negara akan mengirimkan dewan perwakilannya kepada negara yang ingin dijadikan sebuah hubungan. Hubungan ini disebut hubungan diplomatik.

Contohnya negara Indonesia. Negara-negara yang pertama kali mengakui berdirinya negara indonesia serta juga menjalin hubungan diplomatik dengan indonesia adalah mesir, palestina, suriah, lebanon, afganistan, yaman, arab saudi, dan vatikan.

Attribute References:
1. Original main image: Parties to the Montevideo Convention via Wikimedia Commons by Haylli and Allstar86. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported (CC BY-SA 3.0). Transform by PetikanHidup.Com
2. Content: Convention on Rights and Duties of States adopted by the Seventh International Conference of American States by United Nations Treaty, Registration Number:3802. Retrieved 2018-10-30.

About Abu Abdillah

Blogger, Muslim Marketer, Bookworm Cyclist Strong, Computer User, #PedagangMuslim ^__^

Lihat Juga

prosedur tata cara pemberhentian presiden dan wakil presiden indonesia

Prosedur Pemberhentian Presiden dan Wakil Presiden

Presiden atau wakil Presiden berhenti dalam jabatannya bisa karena desakan dari rakyat Indonesia sendiri, atau …

Tinggalkan Balasan